Thanks to visit..(^.^)/..

Selasa, 17 Oktober 2017

1000 Guru se Indonesia di TPN 2017 (1/6)


I don't take coffee, I take tea, my dear
I like my toast done on one side
And you can hear it in my accent when I talk
I'm an Englishman in New York
See me walking down Fifth Avenue
A walking cane here at my side
I take it everywhere I walk
I'm an Englishman in New York
Oh, I'm an alien, I'm a legal alien
I'm an Englishman in New York
Oh, I'm an alien, I'm a legal alien
I'm an Englishman in New York
If "manners maketh man" as someone said
He's the hero of the day
It takes a man to suffer ignorance and smile
Be yourself no matter what they say
Itu yang saya rasakan 8 tahun ini, sampai akhirnya dipertemukan oleh guru guru "senasib", guru guru pejuang kemerdekaan belajar, guru yang mau dan ingin terus belajar dari siapa saja, dari mana saja, dan belajar apa saja untuk menyelesaikan berbagai permasalahan pembelajaran di kelasnya. Tulus, tanpa tendensi jadi yang terpintar dari yang lain, tanpa iming iming uang, sertifikat apalagi kenaikan pangkat. Yang sebagian orang justru melihatnya sebagai orang yang aneh dan gila. *sedih ya.. :(

Kamis, 11 Mei 2017

Kantor Tempo Tematik Kartini

Memasuki Kantor Tempo, pengunjung disuguhi pemandangan indah tentang kartini, Munir, Tan Malaka, Goenawan Mohamad. Kantor yang kreatif, semarak, segar cerah ceria warnanya, kata kata yang menohok nasionalisme

Menulis itu harus jujur, dan tidak memihak
Di depan pintu lift sudah tidak lagi dinding kosong, namun lukisan besar yang mengingatkan, yang memandangnya, bahwa Indonesia diperjuangkan sedemikiannya sehingga menjadi seperti sekarang

Anak muda, apa yang sudah kau lakukan untuk Indonesia tercinta?
kita memang kartini, abaikan kepala nyempil itu ya

Video Blog - Eno Bening *5/5*

Beda Vlog dengan video yang diunggah di youtube adalah kalau Vlog ada interaksi antara pembuat vlog dengan penontonnya

contohnya ini https://youtu.be/hleGfkjmTb8 video Eno Bening tentang bagaimana dia menjelaskan para youtuber atau Youtube Content Partner supaya banyak viewer

Kelas berikutnya yang saya ikuti agak unik, tentang video blog, narasumbernya juga anak muda banget Eno Bening, kreatif, gilak, merdeka yang sudah jadi vlog ger sejak tahun 2009, kumpulan vlog yang sudah diunggahnya ada disini semua https://www.youtube.com/channel/UCzK7WRnkii9PI3S2EMLUAZg

Eno menjelaskan ke kami apa beda video blog dengan yang bukan, terus bagaimana membuat vlog di youtube, juga berbagai jenis Vlog

Menulis Opini Layak Terbit Tempo *4/5*

menulis Opini bersama Daru Priambodo
Foto: Tempo Institute
Kelas yang ketiga yang saya ikuti di hari kedua 6 Mei 2017, adalah menulis Opini oleh pak Daru Priambodo - wartawan senior Tempo

saya mengikuti kelas ini karena selama ini suka nulis di blog, tapi belum tahu bagaimana menulis opini yang benar dan santun

Beda opini dengan berita adalah, opini bukan berita, tapi berita bisa jadi opini, sedang persamaannya keduanya dibuat berdasarkan fakta, peristiwa, data dan aktualitas

fakta tidak bisa berdiri sendiri dalam sebuah pemberitaan. Hal ini dikarenakan ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Pertanyaan pertanyaan tersebut sulit dijawab secara faktual karena si jurnalis tidak melihat sendiri proses kejdidan tersebut. Di sinilah opini diperlukan untuk membantu fakta yang belum lengkap tersebut. Opini  yang biasa didapatkan dari para sumber di sekitar lokasi kejadian ini tentu tidak mewakili keseluruhan kebenaran. Tetapi paling tidak opini-opini tersebut dapat memberikan tambahan gambaran peristiwa pada pembaca karena keterbatasan penggalian fakta. Sumber:http://tempo-institute.org/fakta-dan-opini-jurnalistik/ 
Fungsi opini adalah menjelaskan masalah, karena semua fakta belum tentu dipahami khalayak, kedua menafsirkan atau memberi konteks sosial, ketiga menganalisis dan menawarkan solusi

Kenapa Susah Menulis - Goenawan Mohamad *3/5*

Hari pertama Festival Menulis Tempo Institute, 5 Mei 2017, saya surprise ada Goenawan Mohamad di sesi akhir lepas Ashar.
Goenawan Mohamad adalah mantan Founder dan Pemred Majalah Tempo yang pernah di bredel di era Suharto.

kirain ada seremoni atau gimana, trus kursi pertama kosong diisi orang penting, like usual, eh nggak lho, kursi terdepan untuk kita. Kru tempo include Pemred ada yang berdiri karena kursi penuh.

* Pak GM berbicara tentang kenapa susah menulis, karena kebiasaan membaca kita urutan 60 dari seluruh dunia, dan minat baca kita 1 dibanding 1000 orang, yang sungguh serius memiliki minat baca, membaca buku rata rata satu dalam satu tahun.

Ternyata krisis ini belum berubah signifikan, tragedi nol buku (Taufik Ismail) masih menghantui bangsa ini ya... :(

**Trus main kutip saja tanpa diskusi tentang kutipan itu terus dishare kemana mana, yang pada akhirnya berbagai polemik timbul, dan orang meyakini pendapat yang menurut dia nyaman untuknya. hehehe


Kelas Infografik - Festival Menulis Tempo *2/5*

Kelas Bang Yosep - Foto : Tempo Institute
Kelas kedua yang saya ikuti adalah Infografik, yang disampaikan oleh Kepala Pengembangan Produk Digital Tempo, Bang Yosep Suprayogi

Saya mulai mengenal Infografik sebetulnya pas, editor buku kedua saya mengirim bocoran kalau format buku berikutnya akan lebih banyak menggunakan infografik, waktu itu sih iya aja, bagus sih

Nah jadi penasaran sebenarnya apa itu infografik? menurut Bang Yosep, Infografik adalah satu cara komunikasi visual.
Infografik menggunakan gambar, simbol, warna dan kata untuk menyampaikan gagasan, menggambarkan informasi atau menunjukkan sebuah relasi
Infografik juga memampatkan informasi dalam jumlah besar ke dalam ruang kecil
Infografik dapat mengungkapkan informasi yang sebelumnya tersembunyi atau tenggelam dan membantu pembaca untuk lebih memahami informasi

Festival MenulisTempo Institute - Kelas Menulis Ilmiah Populer *1/5*

Bersama ibu Mardiyah Chamim dan guru n kepsek
Komunitas Guru Belajar Indonesia
Saya beruntung menjadi 1 dari 10 guru dari Komunitas Guru Belajar yang bisa belajar gratis dengan Tempo Institute. Hari Jum'at-Sabtu tanggal 5 - 6 Mei 2017 dari pukul 09.00 - 17.00 sore bertempat di Gedung Tempo Jalan Palmerah Barat No. 8 Jakarta

kenapa nekat jauh jauh dari Salatiga, yang jelas pingin nambah ilmu menulis, dan nambah wawasan...(klise ya)

tapi beneran lho, ternyata peserta Festival Menulis ini sangat beragam, dari mahasiswa hukum, ibu rumah tangga, humas perusahaan, LSM, guru, penari.
Semua anak anak bangsa yang haus ilmu, anak anak muda yang ingin bereksplorasi dan lebih bermanfaat untuk sesamanya. Cool..


Sabtu, 29 April 2017

Cerita untuk Irma (baca: Guru yang Merdeka Belajar) :D

Me, guru Irma, guru Tesya n  guru Adith
Rangkuman pelatihan kemarin yang membuat saya hijrah dari jaman jahiliyah 3 ke jaman jahiliyah 4, memang cethek banget ya, banyak hal yang masih perlu dijelaskan lagi ...

Dan ternyata ada japri, dan saya diberondong pertanyaan buanyaaak ... widiiiihh
Tapi terima kasih, saya coba jawab sesuai persepsi saya ya ....
Nanti teman teman yang juga ikut pelatihan, guru Unun dan guru Bukik mohon diklarifikasi dan ditambah, juga diluruskan, terimakasih buanyaakk ... *emot eye blink: P

Mba, cara menentukan tujuan belajar gimana? Maksudnya supaya sisea memiliki tujuan belajarnya sendiri. Kalo ga ketemu gimana? Kalo anaknya keras kepala bahwa materi ini gimana juga tetap ga penting buat dia gimana?

Nah, tinggal nurut SKKD aja tujuan belajarnya : D

Paling tidak dari pelatihan, saya jadi paham, nggak hanya ngikutin jargon bahwa mengajar sesuai kebutuhan siswa tapi juga untuk untuk tahu How. How to mengintegrasikan, materi kurikulum pemerintah, dengan “tahu” nya kita tentang kebutuhan siswa

Jika dikaji lebih lanjut, ada beberapa materi pelajaran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan siswa, atau kita pancing mereka untuk membutuhkannya. Jadi inget Steve Jobs, Job tidak membuat produk sesuai kebutuhan konsumen, karena menurutnya konsumen tidak tahu apa yang mereka butuhkan, job membuat mereka membutuhkannya. Cool...

Minggu, 23 April 2017

Jahiliyah 4

Bersama penggerak KGB Salatiga,
dan sebelah kanan sendiri pak Godi,
dulu murid saya lho hihihi
nikmatnya jadi guru, bisa belajar bareng sama murid
Alhamdulillah saya, bisa masuk ke jaman jahiliyah 4 sekarang, dan meninggalkan jaman jahiliyah 3 yang sudah saya yakini sejak tahun 2009. Wow 8 tahun di jaman jahiliyah 3 ... keren..

Gini, saya membagi perjalanan saya jadi guru ke dalam beberapa jaman jahiliyah, inspirasinya dari Steve Jobs - Stay Foolish, Stay Hungry - ceritanya ada disini http://untukanakbangsa.blogspot.co.id/2014/10/duh-ternyata-saya-salah.html jadi di perjalanan ini saya bisa sekali salah, dan berubah cara berpikir saya tentang bagaimana mendidik dan belajar bersama anak anak.

Jaman Jahiliyah 4 saya masuki tepat tanggal 22 April 2017, setelah saya mengikuti pelatihan guru Merdeka Belajar oleh Kampus Guru Cikal di Balaikota Yogyakarta

Senin, 27 Maret 2017

MANSA Peduli Pedagang Kakilima Salatiga


Bahasan yang wajib anak anak pahami di semester ini adalah pertumbuhan dan pembangunan ekonomi juga masalah ketenagakerjaan. Sebelumnya mereka sudah bermain dengan data, mengolah sumber sumber berita, menganalisanya dan mempresentasikan juga berkesimpulan bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Setelah analisis selesai, melihat secara makro kondisi Indonesia, kemudian mereka saya ajak jalan jalan ke pasar tradisional. Saya minta mereka ngobrol dengan para pedagang di pasar tradisional, awalnya tujuannya adalah membuat mereka lebih memahami keadaan di sekitar mereka, melihat kenyataan, akibat dari pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia, juga ketenagakerjaan yang datanya sudah mereka pegang.

Tujuan tersebut ternyata hasilnya menjadi melebar dan lebih mendalam, anak anak merasa kondisi para pedagang kakilima ini butuh diperhatikan. Oleh karenanya saya pancing mereka untuk berinisiatif membuat proyek MANSA Peduli Pedagang Kakilima Salatiga.

Rasa peduli itu mereka wujudkan dalam bentuk film pendek, 3 - 6 menit, yang diunggah di Youtube, dan dishare ke media sosial dengan #MANSA Peduli Pedagang Salatiga

Selasa, 14 Februari 2017

Refleksi Kurikulum Merdeka Belajar

Terus terang, seminar daring guru merdeka belajar dan kurikulum merdeka belajar membuat saya ingat masa lalu.

beberapa semester belakangan ini saya suka hopeless, terus main paksa ke anak anak, saya jadi guru kebanyakan (eh...#emotnutupmulut), dan itu sangat membuat saya nggak nyaman, mau saya bawa kemana mereka dengan materi ekonomi sedabreg. Oke saya masih selalu, memberikan mereka artikel artikel aptudate masalah masalah perekonomian di Indonesa, terus ulangan saya sifatnya analisis - open book, google - apa aja deh, mereka juga presentasi hasil analisis mereka, mereka juga seru seruan jadi kelompok negara dan belajar negosiasi di materi perdagangan Internasional. Tapi saya merasa masih ada miss dari semua yang saya lakukan di kelas

Dan setelah menyimak dua seminar daring itu, saya jadi tahu apa yang hilang dan lupa, saya nggak memperhatikan gaya belajar mereka, dan walau cita cita mereka belajar sudah saya tanyakan, tapi saya abai, tidak berusaha mensingkronkan apa yang harus mereka pelajari untuk itu. Semua ketutup kewajiban UTS UAS UN SBMPTN hihihi #emottutupmuka

Sabtu, 11 Februari 2017

Guru Merdeka Belajar VS Guru Nggak Mau Belajar

Guru Bukik, Guru Najelaa, Guru Irma dan Guru Rizky
Tapi bagus sih kita harus berpikiran positif, bahwa di dalam hati mereka yang paling dalam sebetulnya mereka memiliki keinginan untuk mengembangkan diri

Namun terlalu banyak kendala yang harus mereka hadapi, seperti ijin dari sekolah yang sulit, karena pemenuhan jam kerja 37,5 jam per minggu, harus meluangkan waktu lebih banyak sehingga mengorbankan anak dan keluarga, harus menyelesaikan 32 macam berkas administrasi guru, harus koreksi sedabrek, alasan klise yang sering saya dengar adalah tidak ada waktu, repot, sulit, seperti sekarang saja sudah repot, yang penting masuk kelas, ngajar sesuai kurikulum dan RPP copas an dari MGMP, target KKM terpenuhi, dan mengajar 24 JTM terpenuhi sehingga tunjangan sertifikasi cair.
Mengajar sudah bagus karena target KKM terpenuhi, nilai anak anak udah bagus. that's it

Tidak ada perubahan signifikan dari dulu hingga sekarang

Rabu, 11 Januari 2017

Wali Kelas (2)

di kelas mereka, baru negosiasi perdagangan antar negara
Hari pertama ketemu anak anak wali an saya kemarin, komen mereka saat saya tanya bagaimana liburannya adalah "Orang tua tidak marah dengan hasil nilai raport mereka"

Kenapa juga harus marah, nilai raport mereka semua diatas kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan. Saya katakan ke Orang Tua penilaian kita adalah penilaian proses, seluruh aspek potensi dan karakter setiap anak dilaporkan, tidak hanya kognitif, namun juga afektif dan psikomotor semua dilaporkan baik.
Ketika tanya berapa rangking nya, saya jawab semua anak kelas 11isX rangking SATU .. ;)

Kamis, 05 Januari 2017

Dilan - Novel Pidi Baiq

Akhir akhir ini saya lagi suka baca Novel, kemarin sempet baca Cantik itu Luka - Eka Kurniawan, dan karena novelnya menghunjam dan bikin saya banyak nahan napas baca nya, akhirnya belum jadi saya teruskan #penakut- ember ;)

Terus lihat Raihan asyik baca novel Dilan, novel ini berseri Dilan 1990, Dilan 1991 dan Milea, saya trus jadi Kepo pengen ikut mbaca. Udah selesai belum Mas?, tanya saya. Belum bu, ...Masak dari kemarin masih hal 179, tanya saya lagi, "daripada masih hal. 17" harusnya jawaban Raihan, tapi itu karangan saya :P