Thanks to visit..(^.^)/..

Minggu, 29 Juli 2012

Kuliah saya di coursera.org

Kuliah Online di https://www.coursera.org/ sangat menyenangkan dan penuh tantangan.
Kelas yang saya ikuti Introduction to Finance mulai pada tanggal 23 Juli 2012 kemarin dan assignment 1 harus selesai besuk 30 Juli 2012. Kuliah Introduction to Finance akan berlangsung 10 minggu atau selesai sekitar awal oktober. Sekarang baru week 1 menuju week 2.

Akhirnya saya ambil juga 7 kelas dari 12 kelas yang saya inginkan, gila gak sih,
biarlah kuturuti nafsu ini, rasanya gak pingin berhenti, kayak candu....

Cara kerjanya begini, dosen dalam hal ini Prof. Gautam Kaul (kalau lihat aksennya sih dari India--hmm India memang kereenn) memberikan penjelasan melalui beberapa video yang bisa di download, untuk week 1 ada 8 video, video ini pendek pendek paling panjang sekitar 15 menit, jadi nggak capek ngikutinya dan tidak terasa ke 8 video habis terlahap. Walau berbahasa Inggris namun semua disampaikan dengan baik seperti bahasa sehari hari, sehingga mudah diikuti, jika masih kesulitan coursera memberikan subtitle nya dalam bahasa inggris.
Video Pembelajaran Introduction to Finance dari Prof. Gautam Kaul University of Michigan USA

Setelah semua kuliah Prof. Gautam di week 1 ini saya ikuti, saya mulai mencoba tantangan mengerjakan assignment 1 jumlah nya 10 soal hitungan Present Value dan Future Value, setiap soal ada point yang berbeda beda sesuai dengan tingkat kesulitannya.

Oleh Prof. Gautam, kami diberi dua kali kesempatan untuk mengerjakan assignment 1 attempt 1 dan 2, saat mengerjakan attempt 1 karena penjelasan Prof. Gautam yang sederhana dan gampang, saya langsung coba tanpa melihat ketentuan meletakkan angka, juga tanpa melihat forum diskusi tentang apa yang akan dihadapi di assignment 1--hasilnya hehe 3 soal dengan point terbesar yaitu 15 poin =45 poin, tidak dapat saya kerjakan jadi assignment 1 nilai saya di bawah kriteria ketuntasan minimal 70 hehe.. 

Minggu, 22 Juli 2012

Belajar yang Menantang!!

Ini 3 kelas yang akan saya ikuti di coursera.org
Saya memang punya rencana setelah selesai kuliah Magister Manajemen Pendidikan ini,  lanjut kuliah Magister Manajemen untuk lebih mendalami ilmu ekonomi, yang murmer berkualitas dan deket rumah. Namun walau murmer, tapi kalau dananya belum ada jadi ilfill juga.

Allah selalu memberi jalan dan kemudahan buat umatnya yang memiliki kemauan kuat dan bersabar. Seorang teman guru Dutch dan German International School di Jakarta Ines Puspita, tag dan sharing ke saya dan teman lain tentang tulisannya bahwa dia bisa kuliah dari rumah dan gratis.
Wah kesempatan ni...

Saat saya ikuti linknya disini https://www.coursera.org/ dan mencari dari 111 kelas dari 16 Universitas keren di US, yang dibuka terdapat sekitar 12 kelas yang ingin saya ikuti, tentang Finance, Education dan Statistic, namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya prioritaskan 3 kelas, 3 kelas ini saya butuhkan untuk memperkaya pengetahuan saya saat belajar bersama dengan anak anak di kelas, yaitu Introduction to Finance, dari University of Michigan yang akan dimulai besok pagi tanggal 23 Juli 2012 untuk 10 minggu pertemuan dengan 10 tugas yang harus dikerjakan, plus syllabus dan beberapa buku yang harus dibaca. Welcome note yang dikirim via email untuk kelas ini juga menyenangkan sekali  simak ya..

Dear Ameliasari,

Welcome to this course. I look forward to introducing you to the wonderful and fascinating world of finance, using both frameworks and tools that will help you understand the world around us and also empower you to make both business and personal decisions.

We'll notify you again when the class starts.

Gautam


kemudian di susul surat kedua

Dear Ameliasari,
Thank you for signing up for this class. Finance is one of the most fascinating areas of study because it is both a way of thinking and applicable to everything around us. We start in a few days and I encourage you to read the course Syllabus carefully and to watch the accompanying video I have posted on Coursera. Hopefully, this will give you a good sense of what to expect. The Syllabus contains details about every aspect of the class.
I sincerely hope the class will empower you to understand how the world works and motivates you to create value for yourself and the broader society.
Yours,
Gautam
Prof. Gautam ini dosennya, kalau liat aksen ngomongnya sepertinya berasal dari India

Saya tahu saya tahu.... ini basa basi mereka, tapi oh please deh, dua surat ini cukup menguatkan saya untuk maju terus mengikuti kuliah pak Gautam walau dengan keterbatasan bahasa Inggris saya--modalnya nekat aja hehe

Minggu, 15 Juli 2012

Ceritaku tentang Passion

Saya selesai menulis surat lamaran ke sekolah sekolah lain, dalam rangka memenuhi 24 jam pelajaran tatap muka seperti yang diwajibkan pemerintah untuk guru PNS dan tersertifikasi seperti saya.

Saat menulis lamaran itu saya geli sendiri, nggak tau ya geli aja, keinget masa lalu sekitar tahun 1998, kemudian tahun 2003, saat saya melakukan hal yang sama seperti sekarang ini. Waktu itu yang saya jual adalah semangat dan kesukaan saya berada bersama anak anak di kelas. Di awal kalimat pada surat lamaran saya, selalu saya katakan satu kalimat ini "Teach is what I really want to do in my life" kalau sekarang mungkin tepatnya "Learn with my students is what I really want to do in my life".

Berada bersama mereka itu awesome, bikin hidup lebih hidup, bikin awet muda, ah menyenangkan sekali. Kalimat itu saya tulis lagi di surat lamaran saya kali ini, dengan berbagai bukti perjalanan saya bersama mereka hampir 8 tahun belakangan ini.

Sabtu, 14 Juli 2012

[REPOST-REFLEKSI] SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA MEMPRIHATINKAN

Saat iseng search di google pakai nama saya, ternyata banyak tulisan saya yang di share di berbagai blog, dari sekian banyak tulisan tersebut yang paling sering adalah tulisan yang saya buat tahun 2006 dan kalau tidak salah saya upload di homepage pendidikan network.

Berikut saya repost tulisan saya 6 tahun yang lalu, sebagai bahan refleksi buat saya...

SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA MEMPRIHATINKAN

Sistem pendidikan saat ini seperti lingkaran setan, jika ada yang mengatakan bahwa tidak perlu UN karena yang mengetahui karakteristik siswa di sekolah adalah guru, pernyataan tersebut betul sekali, namun pada kenyataannya di lapangan, sering kali saya lihat nilai raport yang dimanipulasi, jarang bahkan mungkin tidak ada guru yang tidak memanipulasi nilainya dengan berbagai macam alasan, kasihan siswanya, supaya terlihat guru tersebut berhasil dalam mengajar, karena tidak boleh ada nilai 4 atau 5 di raport dan lain sebagainya. Mengapa guru bersikap demikian, mengapa nilai siswa-siswa banyak yang belum tuntas, salahkah guru?? Jawabannya bisa ya bisa tidak, bisa ya karena mungkin guru tersebut tidak memiliki kompetensi mengajar yang memadai, bisa tidak, karena sistem pendidikan Indonesia mengharuskan siswa mempelajari bidang studi yang terlalu banyak. Rata-rata bidang studi yang harus mereka pelajari selama satu tahun pelajaran adalah 16 bidang studi, dengan materi untuk tiap bidang studi juga banyak, abstrak dan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa.

Terus terang dalam hal ini saya lebih senang menyalahkan sistem pendidikan Indonesia, sistem pendidikan kita terlalu memaksa anak untuk dapat menguasai sekian banyak bidang studi dengan materi yang sedemikian abstrak, yang selanjutnya membuat anak merasa tertekan/stress yang dampaknya membuat mereka suka bolos, bosan sekolah, tawuran, mencontek, dan lain-lain. Yang pada akhirnya mereka tidak dapat mengerjakan ujian dengan baik, nilai mereka kurang padahal sudah dilakukan remidi, dan supaya dianggap bisa mengajar atau karena tidak boleh ada nilai kurang atau karena kasihan beban pelajaran siswa terlalu banyak, kemudian guru melakukan manipulasi nilai raport. Nilai raport inilah yang kemudian dijadikan dasar untuk memperoleh beasiswa atau melanjutkan kuliah atau ikut PMDK dan lain sebagainya. Tahukah siswa akan kenyataan pahit ini? Lalu apakah UN solusi untuk melihat kemampuan siswa? Bukan, karena UN tidak adil, bahwa kemampuan siswa tidak dapat distandardisasi.

Saya yakin Allah menciptakan manusia tidak ada yang bodoh, yang ada adalah kita terlambat mengetahui kecenderungan kompetensi mereka, dari kecil mereka sudah dikondisikan kalau tidak boleh dibilang dipaksa, untuk melakukan atau mempelajari sesuatu yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan psikologi mereka.

Menurut saya mendidik adalah mempersiapkan anak didik untuk menghadapi kehidupan nyata, kehidupan nyata adalah kehidupan dimana mereka sudah tidak lagi bergantung pada orang tua, kehidupan dimana mereka dapat menyelesaikan sendiri segala masalah yang mereka hadapi dengan bijaksana.

Saya jadi ingat petikan tulisan pada buku "Sekolah itu Candu": Pendidikan harus berorientsi kepada pengenalan realitas, yang obyektif maupun subyektif karena kesadaran subyektif dan kemampuan obyektif adalah fungsi dialektis dalam diri manusia sehubungan dengan kenyataan yang sering bertentangan yang harus dipahami dan dihadapinya. Proses pendidikan adalah memanusiakan manusia. 

Rabu, 04 Juli 2012

Sepatu Dahlan's Feel...^.^

Saya kagum sekali dengan pak Dahlan Iskan, orang semacam ini langka.
Namun ntahlah saya ingin jujur, saya nggak begitu sreg dengan novel ini, mungkin karena novel jenis fiksibiography kali ya eh terinspirasi dari mas Eko Prasetyo yang barusan bahas novel fiksinews.

Kalau ini full biografi saya kagum sekali dengan Dahlan, namun karena diawal penulis, cerita bahwa ada fiksinya juga, jadi saat baca, saya berpikir ini yang bagian fiksi atau yang bagian biografi Dahlan Iskan ya hehe

Maaf memang itu yang saya rasakan dan pikirkan saat membaca novel ini, hmm mungkin saya termasuk pembaca mellow yang suka terbawa dengan imajinasi saya pada setiap tokoh yang ada, maunya sih semua yang ada di cerita Sepatu Dahlan adalah kisah nyata, seperti saya baca kisah Steve Jobs kemarin atau Air Mata Rahasia-kisahnya ibu Dewi Trenggono, istri pengusaha sukses Happy Trenggono, atau kisahnya si Tiger Mother Amy Chua.
Bukan berarti saya nggak suka fiksi, saya sukaa juga, dari Agatha Christie, Enyd Blyton, JK Rowling, Stephanie Mayer, Dan Brown dan ah banyak deh.

Mungkin sayanya aja yang high expectation sama novel ini karena kekaguman saya sama pak DI hehe..