Thanks to visit..(^.^)/..

Kamis, 28 Juli 2016

Mendidik PEMENANG bukan PECUNDANG By Dhitta Puti & J. Sumardianta

Pertama saya mau minta maaf sama Puti, karena bukunya jadi lecek banget.

Baru dateng 15 Juli 2016 masih kinclong dong
13 hari kemudian 28 Juli 2016 ;)

Kemana mana saya bawa, takutnya kalo satu saat ada waktu bengong, saya pengen nerusin bacanya buku asyik 323 halaman ini baru selesai selama 13 hari.

trus kenapa ada item item itu, karena saya bawa buku ini di kelas, saya baca keras beberapa bagian di buku ini. Item itu karena saya habis pegang spidol whiteboard #jorokbangetttt. Temen temen belajar saya antusias banget lho Put, kemarin aku baca bagian ceritanya Laksita Pradnya Paramita, pengusaha sukses omset 200juta per bulan yang suka diolok temennya IQ Jongkok. Sebagian besar bengong sih, speechless kek ternyata ada dunia lain yang seperti itu ya... Saya sekarang balik lagi ngajar ekonomi, bahasannya Pendapatan Nasional, yang dilakukan Laksita ini tentu saja masuk jadi komponen pendapatan nasional, dan  temen temen belajar saya ini juga bisa dong satu saat berkontribusi untuk negara seperti apa yang dilakukan Laksita. 

Selasa, 03 Mei 2016

GARA GARA IDL...\(^.^)/

Layout blog saya gak bagus ya, biar aja, belum sempet ngoprek blog nih, baru asyik seru seruan belajar Sejarah sama temen temen belajar saya

Saya dulu termasuk orang yang gak percaya digital learning dapat membantu pembelajaran, lha wong internet masi lola, dan gak semua anak pegang hape, apalagi punya laptop, namun karena dimana mana pada heboh dengan berbagai tool dan aplikasi pembelajaran, saya jadi ikutan penasaran, beneran nih bisa ?

Minggu, 10 April 2016

MANSA Historical BoardGame

Belajar Sejarah di kelas X MIPA hanya satu jam pelajaran, dengan materi yang padat, sepertinya sulit kalau cuma cerita aja, atau diskusi waktunya terlalu singkat, seminggu sekali belajar sejarah hanya 45 menit.

Oleh karena itu, terinspirasi dengan anak anak Andaliman SemiPalar, saya minta anak anak untuk berkelompok membuat boardgame sejarah, dengan topik yang berbeda, karena ada 7 topik, maka siswa saya bagi menjadi 7 kelompok.

Saya mencari berbagai contoh hostorical boardgame yang ada di internet, kemudian boardgame yang pernah saya buat walo bukan boardgame sejarah, proyek ini memakan waktu satu bulan, kebetulan anak anak banyak libur karena ujian sekolah dan ujian nasional

Selasa, 05 April 2016

Belajar Sejarah itu Asyik

Saat penelitian mereka di Candi Nempon, candi yang dekat dengan rumah mereka
Sekembalinya bertugas dari Bangka kemarin, saya tidak kebagian jam mengajar Ekonomi, dan karena mata pelajaran sejarah, gurunya kurang, akhirnya saya dipercaya untuk mengajar Sejarah. Waaa I love Sejarah...

Sejarah Indonesia dan Sejarah minat, Sejarah Indonesia, materinya menarik sekali, tentang penelitian sejarah dan historiografi (penulisan sejarah).

di Kelas, saya minta anak anak untuk berkumpul sesuai dengan daerah nya masing masing, kemudian desa nya masing masing, atau yang berdekatan, kemudian saya minta mereka melakukan penelitian sejarah desa mereka, tugas ini tugas kelompok, mereka sendiri yang menentukan desa anggota kelompok siapa yang akan diteliti dan ditulis sejarahnya.

Rencana besarnya sih, tulisan mereka akan saya buku kan nanti

Minggu, 14 Februari 2016

Cuma Pingin Jadi Guru

ikut kena hukuman juga ;)
Saya tidak tahu mengapa sulit memahami, keinginan simpel saya untuk jadi guru
bagi saya, belajar bersama anak anak di kelas bikin hidup lebih hidup
belajar bersama mereka, berpikir apa yang harus dilakukan di kelas, melihat reaksi mereka, mendengar keluh kesah mereka, marah mereka karena tidak suka dengan apa yang saya pinta, melihat kelit mereka kalau lagi gak pingin belajar, melihat mereka tidur di kelas, maen gadget saat belajar sama saya, melihat semua polah tingkah manusia manusia yang dibilang anak sudah nggak dan dewasa juga belum, semua itu sesuatu sekali buat saya

Tahu nggak sih karir seorang guru itu, ya guru yunior, senior atau mentor, bukan trus jadi waka atau jadi pengawas atau kepsek, trus ka dinas atau mentri sekalipun, guru ya tetap guru

Hmm saya nggak mau ngomongin soal karir sih, cuma ternyata susah ya memahami betapa seru nya jadi guru itu

Minggu, 04 Oktober 2015

Wow...MAN Insan Cendekia Bangka Tengah.. (^.^)/..


Sekolah yang saya impikan memiliki guru guru yang berdedikasi, berintegritas dan loyal kepada murid muridnya. Apa yang mereka lakukan bertujuan dan berdasar, menjadikan murid murid berperilaku baik, percaya diri, mampu melejitkan potensi dirinya. Mereka guru guru pembelajar yang terbuka dan terus berdiskusi bagaimana mengatasi permasalahan murid muridnya. Mereka guru guru yang menyenangkan, ramah, dan menyayangi murid muridnya dengan tulus. (http://untukanakbangsa.blogspot.co.id/2013/01/sekolah-yang-saya-impikan.html)

Itu yang saya lihat di sini, saya menulis impian saya tentang sekolah di 13 Januari 2013, dan subhannallah, jalan Allah itu sungguhan dari jalan yang tidak diduga, saya bertemu guru guru berdedikasi, berintegritas dan loyal disini


Selasa, 25 Agustus 2015

Tantangan yang Menyenangkan \(^.^)/...

Ini Merekaaa... :)
Hijrah itu berat, berubah itu berat
Awalnya saya sendiri nggak yakin bisa melalui semua ini atau tidak

Ini bukan keluhan tetapi semacam refleksi diri, terhadap keputusan yang saya ambil di usia yang sudah tidak muda lagi 41 tahun, sepele sih, karena ingin lebih bisa bermanfaat

Saya entah darimana datangnya, daftar di tiga lowongan guru, Mindanau dan Sabah, kemudian Sekolah Indonesia di Luar Negeri dan MAN Insan Cendekia

Mindanao dan sabah ditolak, batas usia 40 tahun, tapi saya diterima di MAN Insan Cendekia Bangka Tengah, Propinsi Bangka Belitung. Nggak pernah menyangka akan ada di Bangka, satu daerah yang sama sekali tidak ada dibayangan saya. Ragu iya, iya bangettt, membayangkan bagaimana nanti, hidupnya, penghasilan, semua yang sudah enak disini, harus saya tinggalkan ke tempat yang belum pasti 

Selasa, 21 Juli 2015

Sejuta Tapak Andaliman - Mencari Serpihan Akulturasi


Kejutan Danti ini beneran membuat saya amaze..
anak anak Andaliman bisa lanjut nih jadi petualang seperti di 30 Paspor - eh ini kesan awal baca buku itu -

Tapi semakin kesini, eeeeh 30 Paspor kalah sama anak anak SMP ini - maaf ya Prof. Rhenald :)

adalah 16 remaja usia rata rata 15 tahun, melakukan perjalanan besar nya ke dua kota Lasem dan Semarang selama satu minggu, tidak hanya sekedar perjalanan, namun mereka berinteraksi dengan kedua kota tersebut, mereka korek sejarahnya, budaya, kuliner, arsitektur, gaya hidup, agama, bahasa, seni kriya dan juga musik
16 remaja ini didampingi 3 kakak, berpisah dengan orang tuanya, melakukan perjalanannya dengan kendaraan umum dari kota Bandung

celotehan anak remaja, yang polos, jujur dan segar ditulis di buku ini

Rabu, 08 Juli 2015

Hijrah

Teman teman seperjuangan. Semangaaattt!!... (^.^)/..
Hijrah, satu hal yang memang sudah lama saya inginkan. Hanya kesempatan yang membuat keinginan itu urung.

Namun saat Allah menunjukkan jalan-Nya, saya diberi kemudahan hijrah, disaat saya berada di kenyamanan saya, di sekolah saya saat ini. Gimana gak nyaman, berada di lingkungan yang nyaman, gaji memadai, belum kalau saya jalan jalan, anak anak maksud saya murid murid bimbingan saya berhasil memborong berbagai prestasi, yang biasanya susah sekali mereka dapatkan.
Tetapi itu justru yang membuat ketetapan hati untuk Hijrah, semakin mantap, saat mengingat misi vertikal yang harus saya lakukan. Beberapa temen heran dengan niat Hijrah ini, saya kok mau kembali susah susah, kata mereka

Sabtu, 27 Juni 2015

Refleksi

http://willlukang.com/2014/07/07/wills-aim-program-self-reflection/
Beberapa bulan belakangan ini, saya lupa tujuan saya jadi guru
Saya lupa, kalau saya keliling, dan berinteraksi dengan guru guru itu untuk belajar
kalau mungkin denger saya ngomong gitu baru baru ini, berarti cuma di mulut saja, hati saya tidak
Saya belakangan ini kok lebih fokus untuk berprestasi, jadi juara, menang lomba sana sini ...
Itu bukan saya اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ 

Ingetnya sepele, saya baca tulisan saya tentang Guru Gila, saya baca tulisan Ardanti - Andaliman, saya melihat video TED - tentang 50 cents Microscope - hal hal itu yang bikin saya tersadar lagi
hai hai apa yang kau cari?

Sabtu, 16 Mei 2015

Team Work yang Keren (y)


Rasanya pingin tutup muka liat OmJay, bu Arifah, pak Dedy, bu Juli, bu Hesti, dan pak Namin, mereka bikin workshop PTK untuk guru, gratis, dan mereka share ilmu juga gratis, semua disponsori oleh OmJay, katanya supaya sertifikasi saya berkah, Subhannallah.... *mrinding dengernya

Lagi lagi rejeki saya dikelilingi orang orang berhati mulia...


Minggu, 19 April 2015

Zero Waste yuuuuk... (^.^)/..

Semalem bersama temen temen komunitas homeschooling Malaga, nobar film Trashed - Jeremy Irons yang teasernya bisa dilihat disini


Terus terang saya nontonnya sambil merem merem, antara ngeri, sedih, ironis
Terutama saat diungkapkan bagaimana racun dioksin tiba tiba muncul di tubuh tubuh bayi yang baru lahir, bagaimana seekor paus mati karena terlalu banyak sampah plastik yang dikunyahnya, bagaimana Jakarta yang diperkirakan akan menyelesaikan masalah sampahnya selama 20 tahun, karena produksi sampah di kota tersebut 6000 ton per hari.

Kamis, 25 Desember 2014

Belajar Seru bersama Guru Guru Sinar Cendekia

Diskusi nya seru ya.. ;)
Kalau biasanya saya belajar bersama guru guru dengan minim fasilitas, minim sarana prasarana, jarak tempuh ke sekolah yang sulit. Sekarang, tepatya tanggal 22-23 Desember kemarin, saya belajar bersama dengan guru guru full sarana prasarana, dengan latar belakang siswa pilihan, orang tua murid yang peduli dan pihak pihak yayasan yang terbuka dengan berbagai isu pendidikan terkini.

Satu hari, saya di Inbox oleh Ibu Kusuma Dewi, untuk sharing pengalaman di sekolahnya Sekolah Islam Sinar Cendekia di Bumi Serpong Damai, Jakarta. Pertama sempat ragu juga sih, apa yang bisa saya berikan, sekolah ini kan tergolong sekolah dengan guru guru terbaik, tetapi bu Dewi meyakinkan bahwa masih banyak guru guru yang butuh semangat, dan butuh berbagai referensi strategi pembelajaran dan lain lain.
Saya berangkat juga akhirnya, dengan pertimbangan yang sebenernya banyak menguntungkan saya, kapan lagi saya bisa belajar dengan guru guru di sekolah swasta yang full segalanya....hahaha.. ;)

Jumat, 12 Desember 2014

Belajar itu Menginspirasi \^.^/

Entahlah apa yang saya lakukan ini benar atau salah
Saya tidak pernah mengajar based on satu buku atau satu sumber, bahkan seringnya tidak pernah membahas apa yang ada di buku paket, mereka kan bisa baca sendiri kalo butuh

Hmm berikut beberapa hal yang saya lakukan di kelas lintas minat Ekonomi untuk kelas X
Eh sebentar FYI,
Di tempat saya belum ada guru kumpul kumpul membahas kurikulum atau membahas tema apa yang diusung, ada kesulitan apa saat mengajarkan satu materi.... eh bedewei ini bikin saya inget 12 tahun yang lalu pas saya ngajar di satu SDIT di Jakarta, setiap minggu kami kumpul untuk bahas itu, tambah juga bahas cara menangani anak anak dengan berbagai masalahnya, seru... suasana itu yang sampai sekarang tidak pernah saya temui lagi

Kok sampai mana mana ya..
1. Saat saya dan anak anak belajar needs and want, kita bikin semacam lapbook, anak anak saya minta mencari gambar mengklasifikasikan kebutuhan dan keinginannya
suasananya riuh as always

Sabtu, 06 Desember 2014

Belajar Seru IGI (Ikatan Guru Indonesia) Aceh Timur.. \(^.^)/

Panitia yang kerennnnnn :)
Kali ini saya dibikin takjub oleh teman teman Ikatan Guru Indonesia Aceh Timur,
niat mereka tulus, asli, Subhannallah, ternyata beneran memang masih banyak orang orang baik dan loyal terhadap profesinya
Mereka ingin bersama sama meningkatkan kualitas guru di Aceh Timur khususnya dan Aceh pada umumnya

Saya juga takjub bagaimana, pengawas sekolah dan guru bisa kompak membuat acara untuk guru, akrab dan tulus..... *speechless

Minggu, 30 November 2014

[KLIPING] MONOLOG TENTANG KETUNAGUNAAN ILMU


::: Oleh Hidajat Nataatmadja (1982)

Kalau Anda seorang mahasiswa yang sedang mengikuti kuliah matematika pada seorang profesor di perguruan tinggi bertanya, “Pak Profesor, apakah Anda sedang berpikir, sedang mengajar, atau sedang melukis papan tulis?” Saya tanggung keungkinan besar Anda dikeluarkan dari fakultas, sebagaimana seorang murid Plato pernah diusir, karena bertanya mengenai kegunaan matematika yang sedang diajarkan Plato. Itu hanya sebuah contoh bahwa, bagi saya, sikap ilmuwan tidak banyak berubah dalam selang waktu 2500 tahun. Saya tidak sependirian dengan Jujun Suriasumantri, bahwa situasi jaman Plato sudah banyak berbeda dengan situasi di jaman modern.

Minggu, 23 November 2014

Selalu antara Engkau dan Tuhan

Oleh : Bunda Theresa

Orang kerap kali tak bernalar, tak logis dan egois
...Biar begitu, ma'afkanlah mereka

Bila engkau baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egois
...Biar begitu, tetaplah bersikap baik

Bila engkau jujur dan berterus terang, orang akan menipumu
...Biar begitu, tetaplah jujur dan berterus terang

Bila engkau sukses, engkau akan mendapati teman-teman palsu dan dan teman-teman sejati
...Biar begitu, tetaplah meraih sukses

Kamis, 13 November 2014

Dagang Game 2014


Saya pernah cerita kan, sering malah ya..
kalau saya ini guru paling beruntung di dunia, saya guru kemenag yang setiap tahun memperoleh kesempatan untuk belajar dengan dengan guru kemdiknas dari seluruh Indonesia, tanggal 7 - 9 Oktober 2014 lalu di ajang Best Practice Guru 2014 dan tiga hari kemarin 11 - 13 November 2014 di ajang Lomba Karya Ilmiah Inovasi Pembelajaran 2014, disinipun saya belajar bersama guru guru keren dari seluruh Jawa Tengah, yang bikin amaze walau ajang ini diselenggarakan oleh kemdiknas, saya nih yang guru Kemenag boleh banget ikut serta..... (biasa aja kali ya, sensitif amat ya sayanya)


Senin, 10 November 2014

I always break the rules



Perasaan ini galau atau gemes, saya sendiri juga nggak tahu.
Intinya masih sama, saya resah dengan pendidikan kita saat ini

Atau saya resah sama diri sendiri ya...

Sejak tahun 2007 sampai sekarang masih sama, malah semakin mantap...
Sumpah saya beberapa bulan ini males ngomongin pendidikan kita,  pokoknya baru males aja, yang dibahas itu itu saja, kalau saya nulis sesuatu di sebuah grup guru, biasanya akan saya tinggal begitu saja, saya males baca komentar dibawahnya, daripada ilfill mending nggak deh...
Tapi, gara gara baca artikel pak Rhenald juga buku 30 paspor, juga diskusi sedikit sama Irma kemarin, kayak ada yang narik...heeey jalur mu udah bener terusin aja. Apalagi pak Rhenald yang Professor saja juga mengalami hal yang sama seperti saya, dikucilkan dan dimarah sana sini


Selasa, 04 November 2014

[KLIPING] Mooryati Soedibyo, Dian Sastro, dan Metakognisi Susi Pudjiastuti

Oleh : Rhenald Kasali

Senin, 3 November 2014 | 05:45 WIB



KOMPAS.com — Saya kebetulan mentor bagi dua orang ini: Dian Sastro dan Mooryati Soedibyo. Akan tetapi, pada Susi Pudjiastuti yang kini menjadi menteri, saya justru belajar.

Ketiganya perempuan hebat, tetapi selalu diuji oleh sebagian kecil orang yang mengaku pandai. Entah ini stereotyping, atau soal buruknya metakognisi bangsa. Saya kurang tahu persis.

Mooryati Soedibyo

Sewaktu diterima di program doktoral UI yang pernah saya pimpin, usianya saat itu sudah 75 tahun. Namun, berbeda dengan mahasiswa lain yang datang pakai jins, dia selalu berkebaya. Anda tentu tahu berapa lama waktu yang diperlukan untuk berkebaya, bukan?


KOMPAS/AGUS SUSANTO Mooryati Soedibyo, pengusaha jamu dan kosmetika tradisional

Akan tetapi, ia memiliki hal yang tak dimiliki orang lain: self discipline. Sampai hari ini, dia adalah satu-satunya mahasiswa saya yang tak pernah absen barang sehari pun. Padahal, saat itu ia salah satu pimpinan MPR.

Memang ia tampak sedikit kewalahan "bersaing" dengan rekan kuliahnya yang jauh lebih muda. Akan tetapi, rekan-rekan kuliahnya mengakui,  kemajuannya cepat. Dari bahasa jamu ke bahasa strategic management dan science yang banyak aturannya.

Teman-teman belajarnya bersaksi: "Pukul 08.00 malam, kami yang memimpin diskusi. Tetapi pukul 24.00, yang muda mulai ngantuk, Ibu Moor yang memimpin. Dia selalu mengingatkan tugas harus selesai, dan tak boleh asal jadi."

Masalahnya, ia pemilik perusahaan besar, dan usianya sudah lanjut. Ada stereotyping dalam kepala sebagian orang. Sosok seperti ini jarang ada yang mau kuliah sungguhan untuk meraih ilmu. Nyatanya, kalangan berduit lebih senang meraih gelar doktor HC (honoris causa) yang jalurnya cukup ringan.